Sebungkus martabak
Teringat dengan sebuah diskusi bersama team yang sering saya sebut mereka para bocah-bocah nakal.
Di suatu kesempatan anak-anak SMA itu bercerita mengenai pendapatanya yang masih kecil dengan keluhan-keluhan lainnya. Lalu saya mencoba memberi semangat mereka dengan sebuah anjuran, saya anjurkan sebelum pulang dari markas team, coba kalian mampir dulu ke tukang martabak, belilah sebungkus martabak, lalu sesampainya di rumah berikanlah kepada orang tua kalian, kira-kira apa ekspresi dari orang tua kalian kelak???
Bisa kita pastikan ekspresi orang tua mereka akan sangat senang. Pertanyaanya apakah oran tua mereka senang karena martabak seharga 15-20rb????tentu saja tidak. Kita yakin bahwa orang tua mereka bukan senang karena sebungkus martabak, tapi orang tua mereka senang karena anak-anak seumuran mereka(SMA) sudah bisa memberikan sesuatu untuk orang tuanya.
Ketika diluaran sana banyak anak-anak SMA yang hanya bisa meminta uang untuk orang tua, tapi teman-teman saya itu sudah bisa memberikan sesuatu untuk orang tuanya, meskipun hanya sebungkus martabak. Karena kita semua tahu bahwa orang tua kita pernah berkata mereka akan melakukan apa saja demi anaknya, rela tidak makan asal anaknya bisa sekolah dan lain sebagainya, tapi apakah pernah diumur kita yang sekarang ini kita memberikan sesuatu yang berarti untuk orang tua kita?????
Kenyataan diluaran sana banyak anak muda yang foya-foya, nongkrong di mall, balapan, dan saya bahkan merekapun sadar itu semua adalah harta orang tua mereka. Dari hasil votting pun saya selalu bertanya kepada teman-teman saya yang sudah berpacaran, seberapa sering mereka mentraktir makan pacar mereka, dan seberapa sering mereka mentraktir makan kedua orang tua mereka, coba kita semua renungkan kembali betapa egoisnya kita sebagai seorang anak.
Saya yakin kita semua tahu bahwa orang tua selalu ingin melihat anaknya sukses secepat mungkin, dan kenyataanya diluaran sana banyak teman-teman kita yang sudah tidak memiliki orang tua. Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk membahagiakan orang tua kita.
Dengan hasil pembicaraan dan analisa saya diatas maka saya pun tersadar bahwa banyak orang yang harus kita bantu dan kita bahagiakan, banyak harapan-harapan di pundak kita sebagai anak muda, dan saya tidak mau terbawa arus diluaran sana yang hanya mementingkan kesenangan sendiri tanpa memandang kesenangan orang lain bahkan harapan orang tua mereka. Ayo kita sama-sama wujudkan impian kita dan orang-orang tercinta kita, karena kesuksesan yang hakiki itu bukan ketika kita sukses sendirian, tapi ketika kita bisa sukses bersama dengan orang-orang tercinta dan terdekat kita, Tuhan selalu melihat mana hambaNya yang berusaha lebih dan layak untuk diberi sesuatu yang lebih pula, amin.....
Di suatu kesempatan anak-anak SMA itu bercerita mengenai pendapatanya yang masih kecil dengan keluhan-keluhan lainnya. Lalu saya mencoba memberi semangat mereka dengan sebuah anjuran, saya anjurkan sebelum pulang dari markas team, coba kalian mampir dulu ke tukang martabak, belilah sebungkus martabak, lalu sesampainya di rumah berikanlah kepada orang tua kalian, kira-kira apa ekspresi dari orang tua kalian kelak???
Bisa kita pastikan ekspresi orang tua mereka akan sangat senang. Pertanyaanya apakah oran tua mereka senang karena martabak seharga 15-20rb????tentu saja tidak. Kita yakin bahwa orang tua mereka bukan senang karena sebungkus martabak, tapi orang tua mereka senang karena anak-anak seumuran mereka(SMA) sudah bisa memberikan sesuatu untuk orang tuanya.
Ketika diluaran sana banyak anak-anak SMA yang hanya bisa meminta uang untuk orang tua, tapi teman-teman saya itu sudah bisa memberikan sesuatu untuk orang tuanya, meskipun hanya sebungkus martabak. Karena kita semua tahu bahwa orang tua kita pernah berkata mereka akan melakukan apa saja demi anaknya, rela tidak makan asal anaknya bisa sekolah dan lain sebagainya, tapi apakah pernah diumur kita yang sekarang ini kita memberikan sesuatu yang berarti untuk orang tua kita?????
Kenyataan diluaran sana banyak anak muda yang foya-foya, nongkrong di mall, balapan, dan saya bahkan merekapun sadar itu semua adalah harta orang tua mereka. Dari hasil votting pun saya selalu bertanya kepada teman-teman saya yang sudah berpacaran, seberapa sering mereka mentraktir makan pacar mereka, dan seberapa sering mereka mentraktir makan kedua orang tua mereka, coba kita semua renungkan kembali betapa egoisnya kita sebagai seorang anak.
Saya yakin kita semua tahu bahwa orang tua selalu ingin melihat anaknya sukses secepat mungkin, dan kenyataanya diluaran sana banyak teman-teman kita yang sudah tidak memiliki orang tua. Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk membahagiakan orang tua kita.
Dengan hasil pembicaraan dan analisa saya diatas maka saya pun tersadar bahwa banyak orang yang harus kita bantu dan kita bahagiakan, banyak harapan-harapan di pundak kita sebagai anak muda, dan saya tidak mau terbawa arus diluaran sana yang hanya mementingkan kesenangan sendiri tanpa memandang kesenangan orang lain bahkan harapan orang tua mereka. Ayo kita sama-sama wujudkan impian kita dan orang-orang tercinta kita, karena kesuksesan yang hakiki itu bukan ketika kita sukses sendirian, tapi ketika kita bisa sukses bersama dengan orang-orang tercinta dan terdekat kita, Tuhan selalu melihat mana hambaNya yang berusaha lebih dan layak untuk diberi sesuatu yang lebih pula, amin.....
Komentar
Posting Komentar