Pengemis vs Manajer
Disebuah restoran ada seorang manajer perusahaan dengan penghasilan 10jt/bln sedang makan siang disana. Ketika selesai makan siang, ada suatu pemandangan aneh yang dilihat oleh manajer tersebut, dia melihat seorang dengan pakaian compang-camping layaknya pengemis sedang makan menyantap makanan di restoran tersebut. Dengan terheran-heran lalu manajer tersebut menghampiri pengemis itu, dan terjadilah sebuah obrolan seperti berikut ini.
Manajer : " Maaf pak, kalau boleh tau bapak ini pekerjaanya apa, kok tampak kotor?"
Pengemis : " Saya seorang pengemis "
Mengetahui lawan bicaranya adalah seorang pengemis, manajer itupun mulai merasa tinggi hati,
Manajer : " Wah, bapak ini stress ya, sampai berani makan di restoran ini, ada yang kasih voucher atau hibah ya pak?"
Pengemis : " Tidak pak, alhamdulillah dari hasil mengemis hari ini"
Manajer : " Iya bapak mungkin bisa makan sekali-kali dari hasil mengemis disini, tapi anak istri bapak saya yakin pasti di rumah tidak bisa makan, kasian mereka dong pak" (dengan nada sombong)
Pengemis : " Alhamdulillah juga, tadi istri dan anak saya baru menelfon, mereka juga sedang makan di restoran, anak saya di cirebon, istri saya di kuningan, dari hasil mengemis juga"
Manajer : " Emg dari hasil bapak dapat uang berapa pak?" (mulai terheran)
Pengemis : " Alhamdulillah pak dari hasil saya mengemis sehari bisa saya dapatkan uang sekitar 300-1jt/hari"
Mendengar pernyataan pengemis tersebut, sang manajer mulai rendah diri dan membayangkan penghasilan dia yg 10jt/bln itu berarti sekitar 333.333/hari, lalu sang manajer pun dengan penasaran ingin tahu bagaimana cara pengemis tersebut berpenghasilan seperti itu,
Manajer : " Bagaimana cara bapak mendapatkan uang sebanyak itu dalam sehari dari hasil mengemis?"
Pengemis : " Cukup mudah pak, penjelasanya seperti ini
dari 1 kali lampu merah(120 detik) target saya hanya Rp. 2.000
dalam 1 jam terjadi 30 kali lampu merah dan 30 kali lampu hijau
, berarti ada 30 x Rp. 2,000 = Rp. 60,000 / jam
jam kerja syaa seperti orang kantoran, dari jam 07.00 - 17.00 berarti 10 jam/hari, dalam sehari kalau bagus saya bisa mendapatkan uang 10 jam x Rp. 60,000 = Rp. 600,000/hari, itu berarti 30 x Rp. 600,000 = Rp. 18,000,000/bln, belum ditambah kalau jumatan ke masjid"
Manajer : (dengan nada tidak terima) " iya itu kan kalau bapak kerja fulltime 30 hari, sy cuma senin-jumat aja, sabtu-minggu libur, emangnya bapak dalam sehari itu gak makan,gak ke wc, gak ada preman dan lainya?pasti banyak potonganya kan?"
Pengemis : " Bapak hitung saja sendiri kalau saya jgua mau libur sabtu-minggu, brrti sebulan sy dipotong 8 hari kerja X Rp. 600,000 = Rp 4,800,000, enghasilan saya sebulan masih ada sekitar 14jt, dipotong makan,kostan, pajak preman ini-itu gk sampe 4jt/blnya, berarti masih ada sisa sekitar Rp. 10,000,000/blnya, masih cukup untuk saya kirim ke kampung pak"
Lalu manajer tadi pun pulang dengan wajah kesal karena tidak terima dengan perkataan pengemis tersebut.
Kesimpulan dari cerita saya ini bukan untuk merendahkan siapapun, tapi hanya ingin menjelaskan kenyataan dilapangan yang seperti itu, jika masih tidak percaya, banyak bukti mengenai pekerjaan pengemis yang seperti ini, makanya kita tidak pernah melihat pengemis yang meskipun bersebelahan tapi tidak pernah berkelahi, itu karena target mereka hanya Rp. 2.000 yang sangat kecil menurut kita.
Untuk mempertegas lagi silahkan anda cek sendiri di liputan-liputan televisi engenai pengemis yang ngekjost dan sebagainya, bahkan di terselubung.blogspot.com disebutkan bahwa pengemis Indonesia termasuk 1 dari 10 negara dengan pengemis terkaya. Di jawa timur seorang pengemis berhasil membeli sebuah movil Honda Cr-V dan 2 buah rumah untuk keluarganya. Sebuah kota kecil di Jawa Barat berinisial "M" terkenal sebagai eksportir pengemis di kota-kota besar seperti Jakart-Bandung, dan jika kita berkunjung ke kota "M" tersebut kita bisa melihat hamparan sawah yang luas dan mesjid-mesjid yang megah dengan latar belakang mata pencaharian masyarakatnya adalah pengemis.
mari kita renungkan sekali lagi, apakah yang sudah kita kerjakan dan apa yang sudah kita dapatkan itu seimbang???jika tidak segeralah mencari perubahan, karena sukse itu adalah pilihan, Salam Dahsyat!!!!
Manajer : " Maaf pak, kalau boleh tau bapak ini pekerjaanya apa, kok tampak kotor?"
Pengemis : " Saya seorang pengemis "
Mengetahui lawan bicaranya adalah seorang pengemis, manajer itupun mulai merasa tinggi hati,
Manajer : " Wah, bapak ini stress ya, sampai berani makan di restoran ini, ada yang kasih voucher atau hibah ya pak?"
Pengemis : " Tidak pak, alhamdulillah dari hasil mengemis hari ini"
Manajer : " Iya bapak mungkin bisa makan sekali-kali dari hasil mengemis disini, tapi anak istri bapak saya yakin pasti di rumah tidak bisa makan, kasian mereka dong pak" (dengan nada sombong)
Pengemis : " Alhamdulillah juga, tadi istri dan anak saya baru menelfon, mereka juga sedang makan di restoran, anak saya di cirebon, istri saya di kuningan, dari hasil mengemis juga"
Manajer : " Emg dari hasil bapak dapat uang berapa pak?" (mulai terheran)
Pengemis : " Alhamdulillah pak dari hasil saya mengemis sehari bisa saya dapatkan uang sekitar 300-1jt/hari"
Mendengar pernyataan pengemis tersebut, sang manajer mulai rendah diri dan membayangkan penghasilan dia yg 10jt/bln itu berarti sekitar 333.333/hari, lalu sang manajer pun dengan penasaran ingin tahu bagaimana cara pengemis tersebut berpenghasilan seperti itu,
Manajer : " Bagaimana cara bapak mendapatkan uang sebanyak itu dalam sehari dari hasil mengemis?"
Pengemis : " Cukup mudah pak, penjelasanya seperti ini
dari 1 kali lampu merah(120 detik) target saya hanya Rp. 2.000
dalam 1 jam terjadi 30 kali lampu merah dan 30 kali lampu hijau
, berarti ada 30 x Rp. 2,000 = Rp. 60,000 / jam
jam kerja syaa seperti orang kantoran, dari jam 07.00 - 17.00 berarti 10 jam/hari, dalam sehari kalau bagus saya bisa mendapatkan uang 10 jam x Rp. 60,000 = Rp. 600,000/hari, itu berarti 30 x Rp. 600,000 = Rp. 18,000,000/bln, belum ditambah kalau jumatan ke masjid"
Manajer : (dengan nada tidak terima) " iya itu kan kalau bapak kerja fulltime 30 hari, sy cuma senin-jumat aja, sabtu-minggu libur, emangnya bapak dalam sehari itu gak makan,gak ke wc, gak ada preman dan lainya?pasti banyak potonganya kan?"
Pengemis : " Bapak hitung saja sendiri kalau saya jgua mau libur sabtu-minggu, brrti sebulan sy dipotong 8 hari kerja X Rp. 600,000 = Rp 4,800,000, enghasilan saya sebulan masih ada sekitar 14jt, dipotong makan,kostan, pajak preman ini-itu gk sampe 4jt/blnya, berarti masih ada sisa sekitar Rp. 10,000,000/blnya, masih cukup untuk saya kirim ke kampung pak"
Lalu manajer tadi pun pulang dengan wajah kesal karena tidak terima dengan perkataan pengemis tersebut.
Kesimpulan dari cerita saya ini bukan untuk merendahkan siapapun, tapi hanya ingin menjelaskan kenyataan dilapangan yang seperti itu, jika masih tidak percaya, banyak bukti mengenai pekerjaan pengemis yang seperti ini, makanya kita tidak pernah melihat pengemis yang meskipun bersebelahan tapi tidak pernah berkelahi, itu karena target mereka hanya Rp. 2.000 yang sangat kecil menurut kita.
Untuk mempertegas lagi silahkan anda cek sendiri di liputan-liputan televisi engenai pengemis yang ngekjost dan sebagainya, bahkan di terselubung.blogspot.com disebutkan bahwa pengemis Indonesia termasuk 1 dari 10 negara dengan pengemis terkaya. Di jawa timur seorang pengemis berhasil membeli sebuah movil Honda Cr-V dan 2 buah rumah untuk keluarganya. Sebuah kota kecil di Jawa Barat berinisial "M" terkenal sebagai eksportir pengemis di kota-kota besar seperti Jakart-Bandung, dan jika kita berkunjung ke kota "M" tersebut kita bisa melihat hamparan sawah yang luas dan mesjid-mesjid yang megah dengan latar belakang mata pencaharian masyarakatnya adalah pengemis.
mari kita renungkan sekali lagi, apakah yang sudah kita kerjakan dan apa yang sudah kita dapatkan itu seimbang???jika tidak segeralah mencari perubahan, karena sukse itu adalah pilihan, Salam Dahsyat!!!!
Komentar
Posting Komentar