Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Pengemis vs Manajer

Disebuah restoran ada seorang manajer perusahaan dengan penghasilan 10jt/bln sedang makan siang disana. Ketika selesai makan siang, ada suatu pemandangan aneh yang dilihat oleh manajer tersebut, dia melihat seorang dengan pakaian compang-camping layaknya pengemis sedang makan menyantap makanan di restoran tersebut. Dengan terheran-heran lalu manajer tersebut menghampiri pengemis itu, dan terjadilah sebuah obrolan seperti berikut ini. Manajer : " Maaf pak, kalau boleh tau bapak ini pekerjaanya apa, kok tampak kotor?" Pengemis : " Saya seorang pengemis " Mengetahui lawan bicaranya adalah seorang pengemis, manajer itupun mulai merasa tinggi hati, Manajer : " Wah, bapak ini stress ya, sampai berani makan di restoran ini, ada yang kasih voucher atau hibah ya pak?" Pengemis : " Tidak pak, alhamdulillah dari hasil mengemis hari ini" Manajer : " Iya bapak mungkin bisa makan sekali-kali dari hasil mengemis disini, tapi anak istri bapak...

Sebungkus martabak

Teringat dengan sebuah diskusi bersama team yang sering saya sebut mereka para bocah-bocah nakal. Di suatu kesempatan anak-anak SMA itu bercerita mengenai pendapatanya yang masih kecil dengan keluhan-keluhan lainnya. Lalu saya mencoba memberi semangat mereka dengan sebuah anjuran, saya anjurkan sebelum pulang dari markas team, coba kalian mampir dulu ke tukang martabak, belilah sebungkus martabak, lalu sesampainya di rumah berikanlah kepada orang tua kalian, kira-kira apa ekspresi dari orang tua kalian kelak??? Bisa kita pastikan ekspresi orang tua mereka akan sangat senang. Pertanyaanya apakah oran tua mereka senang karena martabak seharga 15-20rb????tentu saja tidak. Kita yakin bahwa orang tua mereka bukan senang karena sebungkus martabak, tapi orang tua mereka senang karena anak-anak seumuran mereka(SMA) sudah bisa memberikan sesuatu untuk orang tuanya. Ketika diluaran sana banyak anak-anak SMA yang hanya bisa meminta uang untuk orang tua, tapi teman-teman saya itu sudah bisa ...