Law of Attraction

Hukum ketertarikan atau biasa disebut Law of Attraction memang sudah banyak orang yang mengetahuinya, namun masih banyak juga orang yang belum mengetahuinya. Sebenarnya Hukum ketertarikan atau hukum tarik-menarik ini sudah ada sejak sangat lama, namun baru muncul dari hasil penelitian dan semakin meledak ketika muncul sebuah buku berjudul “Quranic Law of Attraction” karangan Rusdin S. Rauf yang membahasnya berdasarkan dasar-dasar yang ada dalam kitab suci Al-Quran.

Hukum ketertarikan sendiri diawali dari penelitian mengenai alam semesta, ternyata di alam semesta kita terdapat sebuah pola/aturan bahwa sesuatu bisa menarik sesuatu yang lainnya, misalkan matahari terhadap planet-planet lainnya, atau bulan terhadap bumi, terjadi suatu pola kestabilan dikarenakan adanya daya tarik-menarik diantara keduanya, karena jika hanya salah satunya yang menarik akan terjadi sebuah benturan yang tidak diinginkan.

Sugesti
Di dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari Law of Attraction itu kita rasakan. Dalam ilmu kepecinta-alaman di bidang survival(teknik bertahan hidup di alam bebas) ada salah satu prinsip dasarnya yaitu “sugesti” atau perasaan terdalam dalam diri kita, sugesti itu adalah kemampuan hati kita untuk meyakinkan diri kita, misalkan jika kita menemukan sebuah roti kotor dan tidak ada makanan lain, maka mau tidak mau kita harus memakan roti itu, ketika sugesti kita berkata “makanan ini kotor, mengandung bakteri, jika memakannya mungkin akan sakit perut, diare bahkan keracunan”. Meskipun tidak terucap secara suara, namun sugesti itu tertanam di dalam alam bawah sadar kita dan secara tidak sadar akan mengontrol tubuh kita untuk meyakininya, dan alhasil ketika memakan roti itu bisa dipastikan 80% kemungkinan anda akan sakit perut, diare, bahkan keracunan.

Coba kita ubah pola sugesti kita mengenai roti tadi, jika kita mengubahnya menjadi, “Roti ini kotor akan tetapi dalamnya pasti bersih dan perut saya bisa mencernanya” karena saya pasti bisa, dan ketika anda memakan roti tersebut, bahkan mungkin terdapat kotoran, namun 80% tubuh anda dapat mencernanya tanpa efek samping. Ini dikarenakan kita secara sugesti meyakinkan alam bawah sadar kita untuk mencerna roti itu tanpa efek samping, alhasil antibodi(kekebalan) tubuh seseorang akan berkali lipat terhadap bakteri yang ada di dalam roti itu.
“Rahasia seorang petualang sejati sesungguhnya bukan hanya pada fisiknya semata, namun mental(sugesti) yang meyakininya dapat menaklukan sesuatu dan mewujudkan mimpi seorang petualang sejati”


Alam bawah sadar tidak pernah tidur
Ingatlah alam bawah sadar tidak pernah istirahat meskipun kita tertidur, bukti lain yaitu ketika kita sangat menginginkan sesuatu misalkan sebuah sepatu yang sangat kita inginkan namun kita belum memiliki kemampuan untuk membelinya, terkadang kita bermimpi membeli, menggunakan, bahkan merasakan nyamanya sepatu tersebut, meskipun itu hanya mimpi. Kasus lain yaitu ketika kita mengidolakan sesorang, terkadang kita bermimpi bertemu dengan seseorang tersebut, bahkan kita bisa merasakan bercanda, bahkan berpegangan tangan.

Kedua hal tersebut dikarenakan keinginan kita yang sangat besar, memikirkan hal itu terus, tanpa kita sadari tertanam dalam alam bawah sadar kita, dan alam bawah sadar kita memberikan sinyal tersebut ketika kita tidur.

“Sebenarnya alam bawah sadar kita-lah yang mengontrol hampir 70% tubuh kita seperti jantung, paru-paru, dan pencernaan, jadi tanamkanlah yang baik untuk alam bawah sadar kita agar kita dapat memanen sesuatu yang baik pula”


Pola pikir menentukan pola bertindak
Ada dua buah buku motivasi yang menurut saya cukup menarik, yang satu berjudul “The Power of Nekat” dan yang lain berjudul “The Power of Kepepet”. Inti dari kedua buku itu menurut saya sama saja, bahwa ketika seseorang dalam keadaan terdesak maka akan timbul sebuah kekuatan entah dari mana asalnya yang akan menggerakan seluruh fisik dan pikiran untuk bertindak, kalau disini saya menyebutnya terpaksa, karena tanpa perhitungan dan tiba-tiba.

Namun setelah saya mempelajarinya lebih dalam, kekuatan itu memang sangat dahsyat, akan tetapi sangat berbahaya untuk sebagian orang. Karena tindakan kepepet/nekat itu sangatlah ditentukan oleh kebiasaan pola berfikir seseorang. Jika seseorang yang terbiasa memiliki pola pikir negatif/pesimis akan segala sesuatu, terbiasa menganggap negatif sesuatu tanpa tahu lebih dalamnya, maka ketika dia mengeluarkan “Power” itu saat kepepet/nekat maka akan negatif pula hasil tindakan yang dilakukanya.

Sebagai contoh ketika seseorang sakit hati ditinggal kekasihnya tanpa alasan, dan karena dia terbiasa berfikir hal buruk terlebih dahulu dibandingkan hal yang baik, maka terjadilah pola pikir yang negatif dalam dirinya, dia mungkin berfikir bagaimana hidupnya jika tanpa sang kekasih, merasa percuma dengan yang sudah dilakukan selama ini. Dari hasil pola pikir begatif tersebut, ditambah berjalan secara kontinuitas hingga pada suatu titik lelah, sangat memungkinkan orang tersebut berbuat nekat yang negatif, misalkan bunuh diri, atau menjadi gila, hal inilah yang kita temui di kehidupan sehari-hari. Contoh lain yaitu perampokan, pencopetan, pemerkosaan, semua hal itu pelaku lakukan karena kepepet dan suatu kebutuhan finansial yang memberikan mereka “Power” untuk hal negatif tersebut.
Jadi mulai sekarang biasakanlah otak kita memiliki pola pikir yang baik dan positif agar apapun yang kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar akan berjalan secara baik dan positif pula akhirnya.
“Biasakanlah berpola pikir positif agar kita berpola tindak positif”


1 hal yang membuat 10 hal lainya
Jika kita mengingat kembali, secara ilmu biologi urutan dari suatu gerakan yaitu:

reseptor --> saraf sensorik --> konseptor --> saraf motorik --> tindakan(reaksi)

ini merupakan skema atau urutan yang paling standar dalam sebuah penciptaan gerakan. Jika kita misalkan yaitu ketika kita memegang sebuah panci panas, maka reseptor(dalam hal ini kulit) kita lah yang pertama merasakan panas karena bersentuhan langsung, dari kulit tangan tersebut sinyal panas disampaikan oleh syaraf-syaraf kita yang berjumlah ribuan, dalam hal ini syaraf yang menghubungkan antara kulit tangan dengan otak dengan kecepatan yang sangat dahsyat. Ketika otak mendapatkan berita panas dari kulit, otak kita selaku proccessor akan mengolah data dan menghasilkan sebuah result apa yang harus kita lakukan, dengan kecepatan proses yang dahsyat pula result tersebut langsung dikirimkan melalui syaraf motorik kepada semua anggota tubuh, ada orang yang langsung melepaskan panci, ada yang melepaskan panci sambil berkata kasar, bahkan ada yg tetap memegangnya karena mungkin isinya makanan untuk keluarga, dan jika tumpah maka keluarga itu tidak makan. Diluar urutan ilmiah yang saya jelaskan tadi, kita dapat mensimpulkan bahwa panas pada panci tersebut merupakan awal dari proses yang cukup panjang.

Panas itu mungkin satu hal yang membuat beberapa hal lainya datang, sama juga dengan prinsip Law of Attraction karena ketika matahari berputar, maka planet lainya yang berjumlah 9 buah ikut berputar, atau bumi yang berputar berakibat terjadinya siang-malam, air laut pasang, dan kejadian-kejadian alami lainya. Begitu pula dengan pola pikir kita, ketika kita berfikir akan suatu hal positif, maka dapat dipastikan banyak hal positif lainya berdatangan kepada kita, begitu pula jika kita berfikir satu hal negatif, maka dapat diyakinkan bahwa banyak hal negatif yang akan datang kepada kita.

Sepertinya bukan hal biasa jika saya memberi contoh putus cinta, seorang pesepak bola handal pun tidak akan menang atau kecil kemungkinanya jika dia sedang putus cinta, atau valentino rossi yang akan balapan lalu dikabarkan orangtuanya meninggal, maka dapat dipastikan hasilnya tidak akan maksimal juga, padahal kita semua tahu putus cinta itu tidak ada hubunganya dengan kemampuan bermain bola, atau orangtua meninggal tidak ada hubunganya dengan kemampuan balap seseorang. Tapi dari kedua cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa ketika mereka mendapatkan sesuatu yang buruk, dan masuk ke dalam pikiran dan secara tidak sadar tertanam dalam alam bawah sadarnya, maka pola bertindakpun akan negatif dan hasil lainnya akan selalu negatif.

ada sebuah kisah teman saya ketika SMA dan sekarang dia sudah bekerja, disuatu pagi dia mendapatkan sebuah telfon dengan nomer tidak dikenal, tiba-tiba saja sang penelfon itu memarahi teman saya, “Hei, kenapa kamu belum sampe kantor????ini kerjaan kamu semalam saja belum beres tapi sudah main pulang saja!!! Dasar karyawan PEMALAS!!!”, teman saya pun terheran-heran karena itu hari senin dan dia merasa tidak bekerja pada minggu malamnya, lalu ketika teman saya bertanya siapakah penelfon itu, ternyata itu telfon nyasar(salah sambung). Dengan perasaan lega dan bercampur kesal teman saya itu memulai pagi harinya, ketika dia mandi dan sarapan terus saja dia menggerutu kesal kepada penelfon tadi pagi itu, dan dengan kesal pun dia berangkat ke kantornya. Sepanjang jalan pun dia masih memikirkan kejadian menyebalkan saat bangun tadi sambil menggerutu. Sesampainya di kantor dia lupa karena hari senin kantor tersebut harus mengenakan kemeja biru, namun teman saya itu memakai kemeja putih. Dan ketika dia sampai di ruanganya dia lupa membawa hasil rekap minggu kemarin, sehingga mau tidak mau atasanya memarahinya karena 2 hal, yaitu pakaian dan lupa akan tugas. Sepanjang hari teman saya itu tidak nyaman di kantor karena pakaianya yang berbeda dan dia bingung mengerjakan apa karena rekap pekerjaanya tertinggal di kosanya, bahkan untuk makan siang pun dia enggang meninggalkan ruanganya karena malu dengan bos besarnya. Bahkan ketika waktunya pulang kantor karena dia tidak makan siang, dia dengan buru-buru menjalankan motornya untuk pulang, dan karena tidak hati-hati dia pun terjatuh karena bersenggolan dengan kendaraan lainnya, dan hari itu pun ditutup oleh teman saya tidur dengan sakit memar dibadanya.

kesimpulan dari cerita teman saya tersebut, meskipun sang bapak penelfon pagi itu tidak berhubungan secara langsung sampai teman saya tidur, tapi teman saya yang memikirkan kesalahan bapak itu dan berakibat sepanjang hari keburukan datang. Hal ini terjadi karena di awal kita tanpa sengaja memikirkan keburukan bapak yang menelfon salah sambung itu, dan tanpa sengaja tertanam dalam alam bawah sadar kita sehingga terus menggerutu dan menyalahkan bapak itu, dan berakibat kepada pola bertindak kita yang tidak waspada dan hati-hati, sehingga sangat memungkinkan untuk tubuh kita melakukan kesalahan. Jadi ketika ada keburukan datang, cukup kita menyimpulkan, lalu berfikirlah positif secepat mungkin agar tindakan kita mulai dari detik itu kembali menjadi positif, bahkan dalam kondisi yang negatif sekalipun

“Jika kita memulai 1 hal positif, maka Tuhan dan alam sekitarnya akan membukakan 10 jalan positif lainnya, dan mulailah positif itu dari pikiran kita sendiri”


Tulisan saya ini dibuat hanya sebagai informasi dan pengetahuan umum saya yang ingin didiskusikan bersama dengan rekan pembaca lainya, jadi sangat dimohon saran dan masukanya dari tulisan saya diatas, terima kasih dan


"SELALU SEBARKAN SEMANGAT POSITIF KEBAIKAN UNTUK LINGKUNGAN SEKITAR KITA!!!"


-DarkAngleofHeaven

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Rules of My Life

Renungan Rinjani

Papan Panjat HIMSIPAL